SD Muhammadiyah Semingin Utamakan Pendidikan Karakter

Moyudan – Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang disusun setiap sekolah merupakan dokumen penting penyelenggaraan kependidikan.  Dilaksanakannya review merupakan upaya untuk mendapatkan pembahasan berupa saran, pendapat, masukan, maupun kritik untuk perbaikan. “Draft kurikulum ini dibuat normative, pembelajaran tatap muka belum direkomendasikan, masih daring, sehingga bila ada wali murid mengalami kesulitan, wali bisa dipersilakan datang ke sekolah dengan kesepakatan terlebih dahulu.  Tentu dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.  Kami mengapresiasi upaya kepala sekolah dan guru-guru memajukan sekolah serta review kurikulum ini,” tegas Mundiharto,S.Ag,M.Pd Pengawas SD saat menjadi nara sumber Review KTSP SD Muhammadiyah Semingin Selasa (03/08/2021).  Penting bagi sekolah mengutamakan sikap budi pekerti kesantunan dan karakter peserta didik, tidak cukup pada kecerdasan melulu, tegasnya.

Kegiatan dilaksanakan secara terbatas dengan prokes ketat, hanya dihadiri 10 orang terdiri pengawas, kepala UPT, 3 perwakilan komite, Dikdasmen Muhammadiyah Moyudan dan perwakilan orang tua.  Siti Haryanti,S.Pd Kepala UPT Moyudan mengapresiasi terselenggaranya review di tengah keterbatasan karena pandemi serta semua menaati prokes.  “Sekolah memang perlu memaparkan kurikulum agar warga sekolah memahami pengaturan maupun rencana sekolah pada tahun ajaran 2021/2022.  Selamat atas berbagai prestasi yang diraih selama ini,” lanjut Haryanti.

Eny Purwaningsih,SH,S.Pd kepala SD Muhammadiyah Semingin melaporkan tahun ajaran 2021/2022 sekolah yang dipimpinnya memperoleh 28 peserta didik sehingga semua ada 100. Ia memaparkan beban kurikulum, visi misi, kriteria ketuntasan minimal, serta program unggulan. Berbagai upaya peningkatan mutu dilakukan sekolah melalui jalinan kerjasama dengan berbagai pihak, masyarakat, rumah tahfidz, hingga perguruan tinggi.  Kerja sama dengan UAD misalnya, berupa dua kali pelatihan bagi guru-guru SD Muhammadiyah Semingin dalam memanfaatkan IT.  SD Muh Semingin juga akan mendapatkan guru-guru dari Program Sekolah Kampus Mengajar Kemendikbud Ristek.  Dengan mendapatkan guru dari program Kampus mengajar diharapkan mutu pendidikan di sekolah tersebut semakin meningkat.

Meskipun situasi pandemi lanjutnya, sekolah tetap mengikutsertakan siswanya berbagai lomba secara daring bahkan meraih kejuaraan.  Prestasi terbaru pada Lomba Angklung DIY-Jateng, 3 sisiwinya meraih juara III.  Sebelumnya sekolah juga pernah meraih juara kerawitan dan olah raga tingkat kecamatan.

SD Muhammadiyan Semingin memiliki program Pengembangan diri extrakurikuler wajib yakni Kepanduan Hizbul Wathon (HW) untuk siswa kelas 1 hingga kelas 6, Baca Tulis Qurán dan Bahasa Inggris.  Extrakurikuler Pilihan meliputi kerawitan, drum band, tari, angklung dan olah raga.

Dalam bidang pendidikan karakter dan keagamaan, SD Muhammadiyan Semingin menanamkan toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi dan semangat kebangsaan dan cinta tanah air.   Untuk menggelorakan literasi, setiap 15 menit sebelum pembelajaran, siswa dan guru diwajibkan membaca buku non mata pelajaran.  Disediakan pojok baca dengan mural bagus dan menarik agar peserta didik semakin  tertarik dan berminat membaca.  Dijadwalkan pula Hari Kunjung Perpustakaan untuk memaksimalkan fasilitas di perpustakaan, diberikan Buku Kontrol Baca untuk memantau apakah anak sudah membaca atau belum.

Dalam hal budaya, diadakan hari budaya.  Sedangkan di bulan bahasa (Oktober), sekolah mengadakan berbagai lomba seperti menulis puisi, menghafal Pancasila, bagi peraih juara akan diberikan penghargaan berupa sertifikat.  Sekolah juga melakukan pembiasaan tadarus rutin, upacara bendera, setiap pagi menyanyi Indonesia raya dan Sang Surya yang dipimpin satu dirigent siswa untuk melatih mental.  Anak dibiasakan bersalaman dengan guru-guru, masuk kelas dengan pengawasan, dibiasakan mendahulukan kaki kanan dengan berdoa, wajib sholat dhuha agar menjadi kebiasaan, serta sholat dhuhur berjamaah. Pembiasaan spontan, ketika ada anak melakukan hal yang kurang baik langsung ditegur dan diberikan nasehat secara humanis dengan pendekatan hati ke hati.  Guru juga memberikan keteladanan dalam bepakaian, bertutur kata, berperilaku sopan dan kesantunan.

Pembiasaan berBahasa Jawa dilaksanakan Sabtu, sedangkan setiap Kamis Pahing dan hari Jadi Sleman, warga sekolah wajib mengenakan pakaian Jawa serta membawa makanan tradisional.  Penanaman karakter juga melalui kegiatan kerawitan, keagamaan dan tahfidz.  Sekolah juga mengadakan pendidikan social dan kewirausahaan dengan market day, bersosialisasi dengan masyarakat, misalnya saat ada warga dekat meninggal siswa diajak takziah praktek sholat jenazah.  Semua itu diakukan untuk memberikan layanan terbaik bagi seluruh peserta didik agar kelak terwujud pribadi santun, berakhlaq mulia, cerdas berkarakter menjadi kebanggan orang tua dan masyarakat, tegas Eny.

Ngadi Susilo,BA dari Dikdasmen Muhamadiyah Moyudan  memberikan masukan dan dukungan terhadap SD Muhammadiyah Semingin ini.  Ia berpesan tujuan berdirinya sekolah Muhammadiyah adalah mendidik anak dengan pendidikan umum dan agama. Muhammadiyah sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka.  Banyak sekolah Muhammadiyah, SD hingga SMA serta perguruan tinggi Muhammadiyah ber prestasi.  Ekstra wajib kepanduan hizbulwathon memang harus dioptimalkan, tegasnya.  Drs. Zamahsari ketua komite mengapresiasi dan menyarankan agar sekolah terus mengikutsertakan siswa dalam berbagai kejuaraan tingkat regional hingga nasional. Ia menegaskan komite mendukung penuh semua upaya yang dilakukan sekolah.

Review kurikulum dilaksanakan dengan tetap menerapkan prokes 5 M, semua yang hadir mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun/handsanitizer, pemantaun suhu, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.   Kegiatan diakhiri dengang penyerahan buku Belajar Men(g)uangkan Gagasan dari anggota komite untuk pengawas, Kepala UPT dan kepala sekolah.  Edy Suparyanto selaku anggota komite berharap penyerahan buku itu bisa mamaku dan menggelorakan literasi di sekolah tersebut.  (Edy-KIM Moyudan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*