MUSRENBANG RKPD Tahun 2022

Untuk membahas dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan dari para pemangku kepentingan tingkat kapanewon, Pemkab Sleman menyelenggarakan Musrenbang RKPD Tahun 2022 di masing-masing kapanewon. Untuk Kapanewon Moyudan dilaksanakan pada hari Senin, 1 Februari 2021 bertempat di GOR Kalurahan Sumberarum. Karena masih dalam masa pandemi covid-19, musrenbang dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Rangkaian acara musrenbang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan sambutan selamat datang dari Panewu Moyudan, sambutan penyelenggara, dan paparan narasumber. Nunuk Hartati, SP, M.Ec. Dev. dari Bappeda Kabupaten Sleman dalam kesempatan memberikan sambutan menyampaikan bahwa tema Musrenbang RKPD tahun 2022 adalah “Mempercepat Kebangkitan Ekonomi dan Pemulihan Kondisi Sosial Masyarakat Sleman”. Tema tersebut merupakan arah pembangunan Pemkab Sleman dalam mengantisipasi dampak akibat pandemi Covid-19, yang dijabarkan dalam 7 (tujuh) prioritas yaitu; 1). Kesejahteraan masyarakat, 2). Kesehatan, 3). Pendidikan, 4).Pelayanan Publik, 5). Infrastruktur, 6). Kebudayaan, dan 7). Lingkungan Hidup.


Panewu Moyudan, Drs. Arifin, M.Laws, dalam paparannya menyampaikan bahwa dalam kerangka pembangunan wilayah, Moyudan memiliki potensi yang baik untuk berkembang karena letaknya cukup strategis berada diantara bandara YIA dan exit tol yang akan segera dibangun, dekat dengan jalan nasional, dan dilalui jalan provinsi. Hamparan lahan pertanian yang cukup luas menjadi potensi lain yang dimiliki Moyudan. Disamping kelebihan, Moyudan memiliki permasalahan spesifik yang perlu diselesaikan antara lain angka kemiskinan yang masih cukup tinggi (9,74%), produktivitas pertanian yang masih rendah, nilai IPM 81,42 dibawah rata-rata Kabupaten Sleman 83,42, serta beberapa permasalahan klasik lainnya. Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut, Moyudan menyampaikan usulan berbagai program dan kegiatan baik PUPM, Non PUPM, dan juga Danais.
Paparan dilanjutkan dari narasumber anggota DPRD DIY dan DPRD Kabupaten Sleman. H. Muhammad Yazid, S.Ag, anggota DPRD DIY menyatakan kesanggupannya untuk mendukung dan memperjuangkan berbagai usulan atau aspirasi masyarakat demi mewujudkan sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat di wilayah Kapanewon Moyudan. Anggota DPRD Kabupaten Sleman Sukamto, SH, menyinggung kondisi pasca Covid-19, agar para pelaku usaha dapat segera bangkit maka diperlukan desain porgam dan kegiatan yang langsung menyasar pada peningkatan aktifitas ekonomi masyarakat. Kemudian RB. Ramelan, SE mengemukakan bahwa berbagai proyek infrastruktur yang masuk ke Sleman dapat berakibat kepaaberkurangnya lahan pertanian yang harus disikapi dengan bijak agar nantinya tidak menyebabkan konflik kepentingan. Oleh karena itu perencanaan pembangunan sebisa mungkin mengakomodir kepentingan masyarakat dengan tidak mengesampingkan rencana tata ruang yang sudah ada. Untung Basuki Rahmat, S.Ag sebagai narasumber yang paling akhir menyampaikan bahwa dalam tataran implementasi, pelaksanaan kebijakan pengembangan kawasan Sleman barat sebagai lumbung pangan dan pengembangan wisata tentu akan menemui beberapa kendala yang perlu dicarikan solusinya. Pemanfaatan lahan pertanian oleh masyarakat perlu memperhatikan aturan tata ruang sehingga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada bagian akhir Musrenbang dilanjutkan dengan diskusi yang menjadi forum klasifikasi berbagai usulan pembangunan dan menyampaikan aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan kepada narasumber. Seluruh pembahasan dalam musrenbang selanjutnya dituangkan dalam keputusan hasil musrenbang, berisi berbagai usulan yang akan diajukan ke forum SKPD pada saatnya nanti.

About Kapanewon Moyudan 123 Articles
Website resmi Kapanewon Moyudan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*