Musrenbang RKPD Kabupaten Sleman Tahun 2016 Di Kecamatan Moyudan

Pagu Indikatif Kecamatan Moyudan tahun 2016 sebesar Rp. 2.932.303.300 dengan rincian untuk alokasi pembangunan fisik Rp. 2.400.048.340,- (81,85%) dan non fisik Rp. 532.254.960 (18,15%). IMG_4535Demikian disampaikan Camat Moyudan, Musta’in Aminun, S.H., M.Si, saat membuka Musrenbang RKPD di Pendopo Kecamatan Moyudan Senin, 2 Februari 2015. Hadir sebagai narasumber dalam kesempatan tersebut antara lain Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Kabupaten Sleman, Rahmat Suryono, S.Sos., MM, anggota DPRD Kabupaten Sleman, Untung Basuki Rahmad, S.Ag dan Bramanti Juni Laksana serta Kepala BNNK Sleman, Drs. Kuntadi.
Menanggapi daftar usulan kegiatan pembangunan, Kepala Desa Sumberarum, H. Senaja mengakui bahwa saat ini pasir dari Sungai Progo merupakan salah satu potensi yang dimiliki oleh Pemerintah Desa. Namun demikian adanya aktivitas penambangan pasir telah menyebabkan ruas jalan terutama Sumber-Kaliduren rusak karena digunakan sebagai jalur kendaraan penambang pasir. Hal ini tentunya dapat menjadi potensi konflik di masyarakat. Oleh sebab itu rehab jalan kabupaten tersebut mendesak dilakukan dan selanjutnya juga perlu dibuatkan jalur penambangan lain agar nantinya tidak merusak ruas jalan yang telah diperbaiki tersebut.
Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Untung Basuki Rahmad, S.Ag., menyoroti PIK Moyudan yang tidak menganggarkan pembangunan jalan usaha tani, padahal selama ini Moyudan dikenal sebagai daerah pertanian. Lebih lanjut mempertanyakan, apa kompensasi yang diberikan untuk Moyudan ditetapkan sebagai kawasan pertanian. Selanjutnya, dia mengusulkan kepada peserta rapat bagaimana seandainya anggaran untuk rehab kantor kecamatan dialihkan untuk pembangunan jalan usaha tani, sedangkan anggaran untuk rehab kantor kecamatan menggunakan anggaran dari pos yang lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Camat Moyudan menyampaikan bahwa boleh-boleh saja anggaran rehab kantor kecamatan dialihkan untuk yang lainnya namun jangan digunakan untuk pembangunan jalan usaha tani karena akan melanggar aturan yang sudah ada. Selain itu juga perlu dipikirkan, apakah seandainya anggaran rehab kantor kecamatan dicarikan dari pos yang lainnya nantinya akan menjadi prioritas, padahal kebutuhan rehab kantor sudah mendesak (Ar).

Kecamatan Moyudan

Website resmi Kecamatan Moyudan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *