DSC05073Setelah guru-guru Himpaudi, kini kecamatan Moyudan melaksanakan pembinaan pengembangan diri di lingkungan pegawai kantor kecamatan. Semua pegawai kecamatan Moyudan telah mendapat pelatihan pengembangan diri oleh nara sumber Camat Moyudan Musta’in Aminun. Dilaksanakan di ruang Carakter Kantor Kecamatan Moyudan. Pelatihan itu diikuti 30 peserta dari pegawai Kecamatan, Senin 22/2 2016.

Program itu sebagai tindak lanjut dari komitment kantor Kecamatan Moyudan sebagai centra buldin Careakter yang digagas oleh Camat Musta’in Aminun, SH. Msi. Pengembangan diri ini memrupakan kedua kali yang telah dilakukan sebelumnya. Kali ini dilakukan diruangan baru yang kapasitasnya terbatas. Tujuan dari pelatihan itu adalah membangun caracter yang unggul. Sasaran akhir dari pengembangan pribadi itu adalah melahirkan budaya unggul.
Camat Moyudan menilai bahwa program pembangunan cakarter itu sangat penting karena hasil penelitian menyebutkan bahwa pendidikan dan pelatihan baik bersifat struktural maupun fungsional selama ini hanya berdampak pada peningkatan teknis maupun manajeral sekitar 15%. Sedangkan 85% menyangkut aspek mental tidak disentuh secara serius. Akibatnya aspek karakter kurang mendapat perhatian. Sehingga tidak aneh pasca diklat, kurang membawa pengaruh . “selesai diklat, selesia juga. Tidak anctinnya nol .”ujarnya ketika memberikan pembinaan di pegawai kantor. Ia mengibaratkan, seribu teori renang, ketika dipraktekkan renang, ia pun langsung tenggelam.”ujarnya.
Camat mengatakan program caracter bulding ini akan dilanjutkan setiap jum’at untuk masyarakat. Dan setiap senin khusus untuk pengawai kantor Kecamatan.
Khusus pegawai kantor kecamatan setiap Senin dilakukan peningkatan pengembangan diri harapan Camat Moyudan, mereka sebagai agent perubahan, sehingga mereka harus memulai lebih dulu dibanding dengan yang lain. Ia punya prinsip mulai dari lingkungan terdekat kemudian lingkungan yang jauh. Prinsip terdekat ini merupakan prinsip cacing yaitu memulai dari yang terdekat.Sebagfaiman pernah dilakukan oleh Peraih Nobel Muhammad Yunus, memulai dari lingkungan terdekat. Kemudian pemikiarannya jauh kedepan, seperti burung elang. Kebetulan burung elang merupakan simbol Sleman Semania, yaitu punya visi jauh kedepan.
Jauh kedepan, menjadi penting untuk tidak terjebak pada aspek prakmatis tetapi melakukan tindakan kecil tapi punya dampak besar. Ia menginginkan seluruh pegawai kecamatan memiliki impian yang tinggi tetapi melakukan tindakan yang realistis. Bungkarno mengatakan,” Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Kalau pun gagal kamu akan jatuh diantara bintang-bintang.
Thomas Alva Edison,punya impian malam seperti siang, sebelum menemukan bolam listirik, ia juga menemukan berbagia 1000 penemuan. Ia tidak gagal tetapi mempunyai cara baru yang jumlahnya lebih dari 1000.Kalau kita berani menentukan impian yang tinggi, maka Anda akan menyudul langit-langit,” ujar Camat kepada yang akan menerbitkan buku Mengejar Impian sampai ke Langit. Maksud menyudul langit-langit adalah ketika kita sudah menentukan impian maka kita akan melejitkan potensi kita. Dan kita baru sadar ternyata kita bisa.
Camat menegaskan, sayangnya kita ini takut memiliki impian yang besar karena tidak pede. Tidak memiliki keyakinan bahwa kita bisa memiliki impian yang besar. Akibatnya kita tidak punya terobosan penting untuk menyikapi perubahan yang begitu cepat. Kondisi itu tidak hanya terjadi di lingkungan pegawai tetapi di seluruh lini di masyarakat.
Topik pengembangan hari senin kemarin adalah pengaruh pikiran terhadap perbuatan seseorang. Pikiran merupakan penentu sukses tidaknya sesorang. Kalau pikiran posiotif besar kemungkinannya orang menjadi sukses. Yang mempengruhi tindakannya. Orang yang terbiasa berfikir posisif akan menjadi pemenang dalam persiangan hidup.Dalam konteks perubahan pemenang selalu di depan. Sedang orang memiliki pikiran yang negatif, menyikapi perubahan adalah selalu khawatir. Pecundang selalu di belangkang.
Pemenang memiliki sikap positif terhadap perubahan dan menganggap hal itu menjadi tantangan. Sedangkan pecundang berada di zona nyaman. Pemenang melihat perubahan selalu berfikir bagaiaman agar bisa sukses. Tapi sebaliknya bagi pecundang mengatakan bagaiman kalau gagal.
Pemenang selalu mencipatakzan sesuatu, sedang pecundang menolak jangan saya. Pemenang memperbanyak tindakan nyata, tapi pecundang mengoleksi slogan. Pemenang selalu memberikan solusi karena dia menempatkan disi sebagai memberikan jalan keluar terhadap masalah. Sedangkan pecundang menempatkan diri sebagai bagian dari masalah. Ia menjadi trobel maker.
Itulah sekelumit materi yang diberikan Camat Moyudan yang menulis buku Mengejar Impian Sampai Ke Langit. Bukunya tidak akan lama lagi akan terbit beredar. Ia memiliki prinsip apa yang ditulis dalam buku motivasi itu akan ditularkan kepada lingkungannya.
Tanggapan dari pegawai terhadap program pembentukan karakter itu sangat positif. Karena pendekatannya tidak monoton searah. Tetapi diselingi dengan gambaran kenyataan dan contoh-contoh konkrit dari kehidupan. Bahkan selingan vidio yang memberikan sensasi dan motivasi bagi peserta. Suparno, staf Seksi Ekonomi pembangunan merasakan sensasi pendekatan yang telah diberikan Camat. Ia yang masih lajang itu mengaku tersengat semangatnya untuk bangkit mengejar impiannya.
Untuk jumat depan, pembangunan cakarter diikuti kepala sekolah SD se-Kecamatan Moyudan. Kapasitas ruangan terbatas hanya cukup 15 orang. Kemudian jumat depan akan dilanjutkan peserta guru-guru, murid, dan dari pamong desa serta dari SKPD di lingkungan Kecamatan Moyudan (Ms).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *