MUSRENBANG RKPD TAHUN 2017 DI KECAMATAN MOYUDAN

IMG_0203 Kecamatan Moyudan telah melaksanakan Musyawarah perencanaan pembangunan tahun 2017 pada hari Senin, 1 Februari 2016 dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Perwakilan dari tokoh masyarakat, organisasi massa, lembaga kemasyarakatan desa, BPD, Karang Taruna,  forum anak Moyudan, pemerintah desa, anggota legislatif dari propinsi maupun kabupaten dan perwakilan dari SKPD Kabupaten Sleman yang terkait tampak hadir dalam acara tersebut.

Camat Moyudan, Musta’in Aminun, menyampaikan dalam sambutannya bahwa Kecamatan Moyudan akan mendapatkan dana dari Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) 2017 sebesar 2.653.483.000,-  yang digunakan untuk kegiatan fisik Rp. 995.278.000,- (75,20%) dan non fisik Rp. 658.205.000,- (24,80%).  Rincian pengalokasian dana tersebut per desa yaitu; Desa Sumberagung memperoleh Rp. 670.000.000,-, Desa Sumbersari Rp. 525.000.000,-, Desa Sumberrahayu Rp. 582.000.000,- dan Desa Sumberarum Rp. 576.000.000,-. Selain itu setiap desa juga akan memperoleh Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp. 500.000.000,- untuk satu kegiatan fisik yang diusulkan dengan mengajukan proposal.

Tema dalam musyawarah tersebut adalah “Memberdayakan Potensi Ekonomi Lokal Menuju Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Sleman yang Berbudaya”. Sedangkan permasalahan-permasalahan yang mengemuka dan menjadi isu sentral dalam diskusi bersama meliputi; pembangunan infra struktur jalan, talud irigasi, pengelolaan sampah, pelatihan-pelatihan lanjutan dan narkoba. (Ar)

PEMBINAAN KELEMBAGAAN DESA

IMG_0017Pemerintah Kecamatan Moyudan menyelenggarakan pembinaan kelembagaan desa pada hari Senin, 9 November 2015 di Pendopo Kecamatan Desa. Sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Rakhmat Harinawan, S.Sos., M.Si. dari Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran dari lembaga desa, karena setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pemerintah Desa diberikan kewenangan untuk mengelola dana desa dari pusat yang jumlahnya cukup besar.

Pemerintah Desa saat ini mengelola sumber dana yang berasal dari Pendapatan Asli Desa, Dana Desa, Siltap, ADD dan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah sehingga jumlah keseluruhan dana yang dikelola desa mencapai milliaran rupiah. Kondisi ini tentunya menuntut pengelolaan keuangan yang lebih hati-hati yang melibatkan keterlibatan semua lembaga desa.

Dalam rangka percepatan penyaluran, pengeloaan dan penggunaan dana desa agar diprioritaskan untuk kegiatan pembangunan/rehabilitasi/pemeliharaan sarana dan prasarana desa dan pengembangan ekonomi lokal dengan memperhatikan hal-hal yaitu; diupayakan dilaksanakan secara swakelola, menggunakan sumber daya lokal/bahan baku lokal dan padat karya dengan melibatkan masyarakat setempat.

Gebyar Lansia di BKL Mugi Waras bersama Kepala BKKBN Pusat

Rombongan dari BKKBN Pusat melakukan kunjungan kerja ke kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Mugi Waras di Padukuhan Blendung, Sumbersari, Moyudan, Sleman pada hari Kamis, 5 Februari 2015.

IMG20150205122926Kelompok BKL Mugi Waras dengan ketua Ibu Hj. Djumanah merupakan juara II dalam lomba BKL tingkat nasional di Surabaya pada tanggal 11 Juni 2014. Continue reading Gebyar Lansia di BKL Mugi Waras bersama Kepala BKKBN Pusat

Kecamatan Moyudan Absen Sidik Jari Hari Ini

Semua pegawai di lingkungan instansi Kecamatan Moyudan pada hari ini, 2 Februari sudah mengawali melaksanakan absen sidik jari. Meskipun masih ada beberapa instansi lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman yang belum melaksanakannya karena berbagai kendala. Sekretaris Kecamatan Moyudan, Rasyid Ratnadi S., dalam sosialisasinya menyampaikan bahwa pelaksanaan absen sidik jari merupakan rangkaian upaya dalam rangka menuju kebijakan reformasi birokrasi, oleh karena itu agar disikapi secara positif.
IMG20150202082614Absen sidik jari merupakan salah satu cara untuk mengukur kedisiplinan pegawai. Para pegawai melakukan absen dengan cara menempelkan sidik jari yang telah direkam sebelumnya ke alat yang disebut finger print dalam waktu yang telah ditentukan. Absen kehadiran dapat dilakukan, sejak pukul 06.00-07.30 WIB selanjutnya untuk absen pulang bisa dimulai dari pukul 15.30-18.00 WIB. Sedangkan khusus untuk hari Jum’at para pegawai sudah dapat melakukan absen pulang pada pukul 14.30 WIB (Ar).